“The most fulfilling life is the one you design entirely on your own terms”
Merefleksikan diri pada usia akhir 20-an adalah sesuatu yang sangat lucu hanya sampai kamu sadar kalo hidup hanyalah sebuah kehidupan yang pengulangannya nampak berbeda namun serupa
Untuk mengapresiasi 10950 hari kesempatan pasca bermigrasi dari alam rahim ke alam dunia, Pertama alhamdulillah ya Allah atas semua syukur dan nikmat-nikmat yang selama ini diberikan dan aku dapatkan sebagai manusia
Kedua, mungkin hidup ini bukanlah kehidupan sempurna..meski begitu bagi beberapa org kehidupan yang aku dapatkan mungkin bisa jadi sebuah ke-irian dan angan- angan bagi mereka
Terimakasih telah menitipkan kepada kedua orang tua yang sangat luar biasa, terutama kepada Ibuku yang sangat luar biasa, tanpa dukungannya tidak ada aku dengan segala hasil dari bentukan atas fenomena yang sudah terjadi baik itu menyakitkan, keadaan sulit dan sangat memuakkan, sehingga terbentuklah aku versi hari ini. Ini sama sekali tidak mudah. Aku menghargai dan meyakini apa yang sudah terjadi di masa lalu adalah pilihan terbaik yang saat itu bisa kita pilih
Tidak lupa juga kepada bapak ku, sosok manusia galak yang selalu mendukungku di-banyaknya peluang ketidak berdayaanku.. manusia yang paling aku khawatirkan didunia ini, karena sedari aku kecil aku melihatnya tumbuh dengan berbagai keadaan sakit. memori memori itu yang terus menghantuiku untuk selalu memikirkan “kami” dan bukan hanya “aku” hingga saat kini, saat orang-orang menyebutku sudah di fase dewasa, kekhawatiran itu tetep belum juga sirna dan membentuk kekhawatiran-kekhawatiran lainnya, dan aku masih saja tidak berdaya untuk memperbaiki semua ini
Kepada kakakku, satu-satunya kakak yang akan ku telpon untuk pertama kalinya atas duka dan kemalangan yang tidak bisa ku ceritakan kepada orang tua, terimakasih sudah mendukung dan mensupport dengan hal-hal yang terbatas yang bahkan bisa disebut sebagai pengorbanan, terimakasih karena telah repot-repot pergi ke sekolah.. yang mungkin pada usia itu kegiatan mengambil raport di sekolah yang biasanya dihadiri oleh orang tua murid adalah sebuah aktivitas memalukan untuk seorang laki-laki bujang sepertimu
Untuk nenekku tercinta yang telah hidup dalam keabadian sejak 20 tahun yang lalu, aku tidak akan pernah melupakan dimana berita duka itu dimulai dengan suatu pagi di hari Rabu, ketika aku baru saja selesai berbaris di ruangan kelasku, tiba-tiba ada seorang tetangga adik kelasku yang mengabarkan berita tentang kematiannya. Jujur hatiku saat itu terasa seperti disambar geledek pada siang bolong, tampaknya itu adalah duka pertama yang paling mendalam yang aku dapatkan di kehidupan ini.
Ma yuyu..begitulah kami para cucu-cucunya menyebutnya
Tak kusangka kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagiku, terasa seperti ada lubang besar didalam hati yang sampai kapanpun tidak akan pernah tertutup.