­

RESIGN

by - Maret 03, 2020

"De, aku nggak nyangka kalo kamu bakal resign sekarang. ..trus nanti aku gak ada temen curhat, gak ada temen makan keluar pas hari jumat." kira seperti itula celotehan yang biasa aku dengar menjelang detik-detik keluar kerja dari suatu perusahaan..

"maafin ya, hari ini aku terakhir kerja.. maaf kalo ada salah-salah kata dan sering ngeselin, dan sering aku GAS" itu ucapku kepada teman teman dekat

"kamu mau resign?"
"mau kemana?"
"mau nikah?"

"kan sayang udah kartap, kerja juga nyantai, diruangan ber AC, kenapa harus resign? nanti aku gak ada temennya neng"

"kamu mau lanjutin sekolah? SMA nya belum lulus ya?" salah satu teman yang mencoba guyon

5 tahun 4 bulan .....
itu waktu yang lama bukan? bahkan hanya menunggu beberapa bulan lagi sudah hampir lulus sekolah setara SD.

bertemu orang-orang berbeda karakter, latar belakang dan kebiasaan jujur itu sangat membantu menjadi dewasa

5 tahun 4 bulan yang lalu aku cuma anak yang baru lulus SMA, beli sesuatu ke alfa aja gak berani, se-insecure itu emang, gak percayakan? kenyataannya emang gitu.

setelah menengok ke belakang, dengan berbagai keadaan yang sangat complicated
luar bisa juga aku bisa bertahan selama itu "YOU HAVE WORKED HARD, GOOD JOB"

terimakasih kepada diri sendiri yang mampu bertahan, dengan segala tekanan lingkungan kerja yang tidak kondusif, toxic friendship, budaya organisasi yang sulit di mengerti, miss understanding antar stakeholder di kantor, dan serta salary yang hanya cukup menghidupi, percayalah dibalik ke rumetan itu akan ada seorang teman yang sangat tulus dalam berkawan. terimakasih .. terimakasih.. terimakasih..
ayo tetap berteman untuk waktu yang lama........

akhirnya, aku kembali kepada kehidupanku yang semula
dan melepaskan segala hal yang membebani dan mempengaruhi emosi selama ini
bahagia? harusnya
tapi ada sebagian perasaan sedih yang semestinya tidak datang, apapun yang terjadi
bekerja disini sudah memberikanku kehidupan yang aman,
dan lagi bukankah meninggalkan rutinitas yang kita setting dan dilakukan secara repetitive itu sulit?



aku pergi bukan untuk mati, tapi melanjutkan nasibku yang selanjutnya
bekerja mungkin bisa menghidupiku, tapi tidak membuatku hidup

ada banyak hal yang aku sukai dan ingin aku lakukan di dunia ini






segitu aja dulu.......
                                                                                               


-one month ago after resign-



You May Also Like

0 komentar

FOR THE RECOGNITION (?)

It's not love letter!!!

POPULAR POSTS